Archive for February 2012
RUANG INTIM KOTA – a photo story of public space intervention (taken from keuken #2 food festive)
RUANG INTIM KOTA
a photo story by galih sedayu
Sebuah kota tentunya memiliki ruang-ruang bagi warganya. Bahkan sejatinya ruang tersebut tidak lah sendirian. Ruang-ruang itu layak disebut sebagai “mereka” karena seharusnya (mereka) hidup, bukan mati tanpa peristiwa. Mengaktifkan ruang-ruang publik yang ada di sebuah kota sudah selayaknya menjadi tanggung-jawab bersama. Karenanya sebuah perayaan perlu selalu dihadirkan sebagai salah satu upaya menghidupkan ruang publik. Salah satunya adalah (ruang) jalan. Jalan sesungguhnya memiliki makna sebagai suatu tempat yang dapat menghubungkan manusia satu dengan yang lain. Harapannya adalah jalan itu harus mempertemukan banyak manusia. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk merayakan sebuah kecintaan masyarakat terhadap kota melalui pemanfaatan jalan. Cara tersebut tidak harus melulu melalui aktivitas seni yang biasanya dilakukan oleh komunitas seniman pada umumnya. Hanya dengan aktivitas sederhana yakni “Makan”, sebuah jalan mampu disulap menjadi aktivitas yang sarat dengan simbol-simbol kreativitas. Adalah Keuken #2, sebuah perayaan kota melalui festival makanan selama sehari yang diberi tajuk “The Flavorsome Intimacy” yang diusung oleh komunitas Keuken Bandung. Dengan kampanye yang mereka usung yaitu “Reclaim the Street”, komunitas tersebut mencoba menjawab berbagai pertanyaan tentang isu penggunaan ruang publik di kota Bandung. Foto cerita ini adalah sebuah refleksi visual dan pesan personal dari realitas yang terjadi pada tanggal 26 Februari 2012 di jalan saparua Bandung. Di sanalah kita melihat bahwasanya ketika sebuah (ruang) jalan ditutup dan ditawarkan kepada warganya, saat itulah muncul berbagai energi baru yang siap untuk mengambil alih ruang-ruang yang mati. Kemudian mengisinya dengan ide-ide manusia. Agar sebuah kota tetap bergerak.
“Ruang Intim Kota”
A Photo Story of Public Space Intervention
(c) galih sedayu – 2012
UNDERGROUND FIGHT – Photo Story of Ujung Berung Rebel Festive at Rebel Nation
UNDERGROUND FIGHT
a photo story by galih sedayu
Tahun 1989 bisa disebut sebagai awal sejarah Komunitas Musik Metal di kota Bandung. Karena pada tahun itulah lahir sejumlah komunitas musik metal di daerah Ujung Berung. Karenanya Ujung Berung memiliki peran penting dan menjadi saksi pertumbuhan komunitas metal terbesar hingga saat ini di Indonesia. Komunitas Ujung Berung Rebels. Keringat perlawanan dan perjuangan mereka patut diacungi jempol karena berkat perjuangan mereka, industri musik metal di Indonesia semakin memiliki martabat dan mewarnai blantika musik tanah air. Pada tanggal 3-4 Februari 2012, komunitas Ujung Berung Rebels menginisiasi sebuah perhelatan musik metal di kota Bandung yang bernama “Rebel Nation” dengan tajuk Panceg Dina Galur. Foto cerita ini berusaha memvisualkan segala simbol, pesan dan realita yang terjadi pada saat festival komunitas musik metal tersebut dihelar. Tentunya dengan bahasa fotografi yang sederhana.
“Underground Fight”
A Photo Story of Ujung Berung Rebel
(c) galih sedayu – 2012






























































